Notification

×

Iklan



Iklan



Tag Terpopuler

FORDAS Maluku Akan Berperan Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah

Selasa, 12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T11:24:25Z


AMBON,RN.ID-Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Provinsi Maluku periode 2025-2030 akan terus berupaya untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) ke depan.

Bahkan, mereka akan coba berperan dalam rencana tetarung wilayah, karena kontribusi FORDAS juga diperlukan untuk mengakomodir posisi daerah aliran sungai dan manfaatnya bagi perencanaan daerah melalui RTRW maupun RDTR .

Demikian disampaikan Ketua FORDAS Maluku Silwanus M.Talakua saat bersama pengurusnya bersilaturahmi dengan Direktur Ambon Ekspres Nasri Dumula dan Pimpinan Redaksi Hadia Wally, di Graha Ambon Ekspres, Selasa (12/5) kemarin.

Ia menjelaskan, FORDAS adalah forum multi-stakeholder yang didalamnya terdiri dari berbagai stakeholder, dari berbagai  instansi pemerintah di Provinsi Maluku.

“Dan tugasnya adalah untuk mengevaluasi pengelolaan daerah aliran sungai di Provinsi Maluku. Baik itu tata ruangnya, kualitas air, kuantitas airnya, lahannya, kemudian juga pola rehabilitasi hutan dan lahan, dan juga penguatan masyarakat,”paparnya.

Menurutnya, didalam FORDAS nantinya  akan mengevaluasi isu-isu strategis dan penguatan masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih baik untuk menjalani hidup di daerah aliran sungai.

Di 2026 ini, katanya, yang pertama pihaknya akan melihat isu strategis, terutama soal kondisi saat ini yang sudah memasuki musim penghujan.

“Maka kita akan melihat bagaimana dampak curah hujan ekstrim terhadap kondisi daerah aliran sungai, baik itu di lahan terjadi erosi longsor yang merupakan aspek degradasi lahan, kemudian dari sisi sumber daerah airnya yaitu terjadi banjir yang menyebabkan penurunan kualitas air, baik secara kuantitas maupun kualitas sungai,”terangnya.

Bukan saja itu, pihaknya juga bakal menggalakkan beberapa kegiatan strategis termasuk isu kelangkaan air di Provinsi Maluku terutama untuk sumber air minum bagi masyarakat, karena dalam beberapa kajian ada kecenderungan sudah mulai mengarah ke defisit sumber air minum.

“Lalu ada juga agenda pelatihan dan sosialisasi atau disseminasi untuk penguatan kapasitas masyarakat terhadap DAS, jadi itu melalui beberapa kampung iklim, kemudian kampung siaga bencana,”tuturnya.

“Bahkan pelatihan ini juga direncanakan untuk masyarakat di desa, termasuk juga bagi aparat pemerintahan desa, sehingga program-program mereka itu bisa mendukung pengolahan DAS yang bersih,”pungkasnya.(ZAP)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update