AMBON,RadarNews.id– Permasalahan di Pasar Mardika Baru semakin kompleks. Tidak hanya soal penataan pedagang yang dinilai amburadul, tetapi juga menyangkut keamanan barang dagangan yang kini menjadi sorotan.
Salah seorang pedagang, Tety Salasiwa, mengungkapkan keluh kesahnya melalui media sosial. Dalam video yang diunggah di Facebook, ia mengaku kehilangan seluruh barang dagangannya. Meski belum diketahui pasti waktu kejadian tersebut, postingannya telah beredar luas dan menuai perhatian publik.
“Saya tidak tahu mau bilang apa. Yang pasti saya sedih. Saya kumpul uang dengan susah payah untuk usaha, tapi orang lain ambil dengan gampangnya,” ujar Tety dalam video tersebut.
Ia mengaku kecewa, karena gedung pasar yang dibangun pemerintah dengan anggaran besar justru tidak memberikan rasa aman bagi pedagang. Menurutnya, meski fasilitas terlihat memadai, kenyataannya masih banyak kelemahan dalam sistem pengamanan.
“Saya kira tempat ini aman, tapi barang saya hilang semua. Percuma bangun gedung kalau tidak aman,” tambahnya dengan nada sedih.
Keluhan tersebut turut mendapat perhatian dari Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, yang kemudian membagikan ulang video tersebut di akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya, ia secara langsung menyoroti kondisi pasar dan meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku.
Wattimena bahkan menandai sejumlah pejabat terkait, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku.
“Mohon dengarkan keluhan warga Kota Ambon. Pencurian di Pasar Mardika (Gedung Baru) sudah terjadi berkali-kali. Kasihan para pedagang kecil,” tulis Wattimena.
Menindaklanjuti hal tersebut, Tety Salasiwa bersama seorang rekannya langsung menemui Wali Kota di rumah dinas untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, telah merespons cepat persoalan ini. Ia memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Jais Elly, untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh di dalam gedung pasar.
Tidak hanya itu, gubernur juga menginstruksikan agar jajaran Dinas Perindag berkantor sementara di lokasi pasar guna memantau langsung kondisi di lapangan dan memastikan masalah yang dikeluhkan pedagang dapat segera ditangani.
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman bagi para pedagang serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pasar yang telah dibangun pemerintah.

