Ambon,RadarNews.id — Seleksi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon kian memanas. Empat pejabat papan atas resmi bertarung memperebutkan kursi strategis tersebut hingga penutupan pendaftaran pada 17 April 2026.
Mereka adalah Robert Sapulette (Penjabat Sekkot Ambon), Apries Benel Gasperz (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan), Richard Luhukay (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga), serta Steven Dominggus (Kepala BKPSDM Kota Ambon).
Di tengah persaingan itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, melontarkan peringatan keras yang tak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan, kandidat yang kedapatan menggunakan tim sukses (timsus) akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi.
“Tidak boleh ada pembentukan tim sukses. Kalau ada yang kedapatan, langsung didiskualifikasi,” tegasnya kepada wartawan di Balai Kota, Senin (20/4).
Wattimena menekankan bahwa jabatan Sekkot bukanlah arena politik, melainkan puncak karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus diraih melalui kompetensi dan rekam jejak, bukan dukungan kelompok.
“Sekkot ini jabatan karier ASN, bukan jabatan politik. Jadi tidak perlu tim sukses,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dinamika yang mulai berkembang, termasuk fenomena saling dukung hingga serangan di media sosial. Menurutnya, praktik-praktik tersebut berpotensi mencederai proses seleksi yang seharusnya berjalan objektif dan profesional.
“Kalau ini dibiarkan, bisa merusak kualitas seleksi. Kita ingin proses ini bersih dan berintegritas,” katanya.
Tak hanya itu, Wattimena mengingatkan para kandidat untuk tidak memainkan isu-isu lama atau menyebarkan fitnah demi menjatuhkan pesaing. Ia memastikan, hanya satu nama yang akan keluar sebagai pemenang melalui mekanisme resmi.
Di sisi lain, seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Ambon diminta tetap menjaga netralitas dan fokus pada pelayanan publik, bukan terjebak dalam pusaran dukung-mendukung.
“Siapapun yang terpilih nanti adalah pimpinan semua ASN. Karena itu, marwah dan kehormatan proses ini harus dijaga bersama,” tandasnya.(***)

