Ambon,RadarNews.id – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Ia menegaskan, antrean tersebut bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan akibat disinformasi yang beredar di media sosial.
“Antrean panjang memicu spekulasi di masyarakat. Orang kemudian membeli BBM dalam jumlah besar, padahal stok tetap tersedia di SPBU,” ujar Wattimena.
Menurutnya, kondisi langka baru terjadi jika SPBU tidak lagi menjual BBM. Namun, hingga saat ini operasional SPBU di Kota Ambon masih berjalan normal.
Untuk memastikan ketersediaan, Pemerintah Kota Ambon telah berkoordinasi dengan Pertamina. Hasilnya, stok BBM di Ambon dipastikan mencukupi, bahkan kota ini menjadi salah satu titik suplai induk untuk wilayah Indonesia Timur.
Wattimena bersama pihak Pertamina dan Polresta Pulau Ambon juga telah meninjau langsung SPBU Pohon Pule dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Ia turut menyoroti isu kenaikan harga BBM yang beredar menjelang awal bulan sebagai salah satu pemicu kepanikan warga. Menurutnya, kebijakan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat dan akan diumumkan secara resmi jika benar terjadi.
“Jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas. Pemerintah menjamin stok aman,” tegasnya.
Wattimena juga mengingatkan bahwa panic buying dapat memicu kenaikan harga BBM di tingkat pengecer, yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon pun mengimbau warga tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

